seputar ICT

Berbagai penerapan TIK di sekolah, bagi guru dan murid

curhat

Berbagai tulisan isi hati.

SOAL SD

Berisi soal-soal yang akan membantumu belajar.

Materi SD

Berisi materi pelajaran Sekolah Dasar.

IDE

Berbagai ide untuk menunjang gaya hidup kamu.

Rabu, 07 Juni 2017

Melepas kupu-kupu

Hari ini, Selasa 6 Juni 2017, bertempat di SD Birrul Walidain Muh Sragen, telah diselenggarakan buka puasa bersama kelas 6.
Momen ini terbilang sebagai momen kebersamaan terakhir di tahun 2016/2017. Dibilang momen terakhir, karena memang beberapa saat lagi, diumumkan kelulusan USBN dan yang pasti mereka para siswa akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Ibarat metamorfosis kupu-kupu, momen inilah saatnya mereka keluar dari belenggu kepompong untuk kemudian mewarnai dunia dengan berbagai keindahan warna sayapnya.

Selama ini, mereka telah digembleng dan dididik, digulawentah, agar menjadi manusia yang bertaqwa, tumbuh menjadi insan cerdas, dan belajar menjadi pribadi mandiri.

Semoga buka bersama ini mampu mengantarkan mereka terbang ...

Minggu, 04 Oktober 2015

Sugih tanpa banda

Bak mendapat durian runtuh.
Begitulah kira-kira rasanya. Pada tanggal 25 Agustus 2015, dilaksanakan hibah buku untuk menyambut hari baca internasional. Setiap siswa wajib membawa minimal satu buku untuk membuat pojok baca di kelas. Terhitung hampir 40 buku terkumpul dari kelas 3D.
Terdapat banyak ragam buku yang dikumpulkan. Mulai dari kisah nabi, cerita,dongeng, hingga pengetahuan populer. Betapa riangnya mereka bisa berbagi baca buku.
Ada satu buku yang selama ini saya cari, buku nya Prof. Umar Kayam. Sugih tanpa banda. Buku tersebut terasa ringan tapi dalam makna.
Membaca buku tersebut, seakan berdiri di depan perpustakaan sambil membaca Kedaulatan Rakyat.

Senin, 02 Februari 2015

mencoba web WhatsApp


Beberapa hari yang lalu, seorang teman di group Whatsapp (WA) mengatakan bahwa WA bisa digunakan pada PC. Tentu saja ini merupakan kabar yang menggembirakan, setelah sebelumnya bisa digunakan pada PC namun harus menjalankan bluestacks. dan sayapun belum mencoba menggunakan bluestacks.


Cara penggunaannya sangat mudah.
Pertama, perbarui aplikasi WhatsApp Anda melalui Google Play Store, BlackBerry App World atau Windows Store.
Kedua, dengan menggunakan peramban (browser) Google Chrome, buka laman https://web.whatsapp.com
Ketiga, selanjutnya Anda akan diminta memindai QR Code di browser Chrome menggunakan aplikasi WhatsApp di ponsel Anda. Caranya dari aplikasi WA di ponsel, pilih menu WhatsApp Web, lalu pindai QR Code yang ada di layar PC, capture. Tunggunsampai sinkronisasi selesai.

Keempat, TARAAAAAAAAAAAAAAAA.....
Begini hasilnya,
Selamat mencoba.

#catatan : saya belum pernah mencoba ponsel dalam keadaan nonaktif. Aplikasi ini mengharuskan aplikasiyang ada di ponsel tetap hidup.



Rabu, 01 Oktober 2014

hari batik


Batik motif apa yang anda kenakan di hari ini? Ya, hari ini tepatnya Kamis, 2 Oktober 2014 diperingati juga sebagai hari Batik Nasional. Hari batik nasional dirayakan untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktoober 2009. Di tanggal inilah seluruh lapisan masyarakat disarankan untuk mengenakan batik selama satu hari penuh. Situs resmi UNESCO mencantumkan bahwa Batik Indonesia mempunyai berbagai motif yang berkaitan erat dengan perkembangan budaya bangsa. Keragaman status sosial, kebudayaan lokal, alam, hingga sejarah telah melahirkan warna-warni dalam kesenian batik. Tidak dipungkiri lagi, batik adalah ciri khas Indonesia yang mesti dijaga agar tidak luntur ditelan zaman.


Kata Batik sendiri mengacu pada dua hal. Pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain sementara yang kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.

Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Jenis Batik Menurut Teknik

1. Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.

2. Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari  tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

3. Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.


Jenis Batik Menurut Coraknya

Batik Kraton

Batik kraton merupakan salah satu batik yang tak asing lagi di telinga masyarakat. Untuk motif dari batik kraton mengandung makna yang berkaitan dengan filosofi kehidupan. Batik ini dibuat oleh para putri dan para pembatik yang bermukim di kraton. Maka dari itu, pada dasarnya beberapa motif batik kraton tertentu hanya dapat digunakan oleh kalangan tertentu saja di antaranya seperti Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak dan masih banyak lagi.

Batik Cuwiri

Untuk batik yang satu ini memanfaatkan zat pewarna sogam alam dalam teknik pembuatannya. Biasanya, batik cuwiri digunakan untuk jenis pakaian seperti kemben untuk upacara mitoni. Adapun makna yang terkandung dalam batik ini yaitu penggunanya layak untuk dihormati oleh orang lain. 


Batik Sekar Jagad 

Sisi lain nampak ditonjolkan oleh batik sekar jagad. Makna yang terkandung dalam batik ini adalah menampakkkan sisi kecantikan dan keindahan dari pemakainya. Tak hanya keindahan saja namun motif ini juga melambangkan keragaman yang ada di dunia. 


Batik Kawung

Motif Kawung sendiri berpola bulatan yang mirip dengan buah Kawung (sejenis kelapa atau buah kolang-kaling) yang diatur secara rapi dengan cara geometris. Terkadang batik ini juga digambarkan dalam bentuk bunga lotus dengan empat daun bunga yang bermekaran. Umumnya motif-motif Kawung dinamakan menurut besar-kecilnya wujud bulat-lonjong yang ada dalam satu motif spesifik.
|

Batik Menurut Daerahnya

Batik Yogya

Batik Yogya identik dengan batik tulis maka dari itu tak heran jika proses pembuatan batik tersebut memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, batik Jogja memiliki motif yang khas berkisar pada gambar parang, hewan ataupun manusia. Sementara untuk warna, batik Jogja didominasi oleh warna coklat tua, coklat muda dan putih.

Batik Pekalongan

Batik pekalongan atau yang biasa disebut dengan batik pesisir identik dengan warna dan corak-corak yang cerah seperti biru, merah, coklat muda dan masih banyak lagi. Berbicara tentang motif, biasanya bergambar nelayan, hewan, dedaunan, bunga dan lain sebagainya.

Batik Surakarta

Hampir sama seperti batik Yogyakarta karena latar dari batik Surakarta adalah permainan warna-warna gelap seperti coklat tua atau pun hitam. Sementara untuk motif masih berkisar dengan keraton, kawung dan lain sebagainya. 

Batik Megamendung

Motif batik Megamendung merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik daerah Cirebon. Motif megamendung sebagai motif dasar batik sudah dikenal luas sampai ke manca negara. Kekhasan motif megamendung tidak saja pada motifnya yang berupa gambar menyerupai awan dengan warna-warna tegas, tetapi juga nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalam motifnya. Seiring dengan perkembangan zaman, kini motif megamendung dikombinasikan dengan gambar awan, bunga dan hewan.
sumber : liputan6.com , sidomi.com, wikipedia. detiknews


Minggu, 31 Agustus 2014

belajar tata bahasa Indonesia melalui g+plus


Lebih baik menulis kalimat yang tidak menarik daripada kalimat yang tidak bermanfaat bagi pembaca.  (post 29 Agustus 2014, oleh akun "Tata Bahasa Indonesia")

Pernahkah anda memperhatikan struktur kalimat yang anda baca pada sebuah media, atau tulisan teman anda? Ya, apabila diperhatikan dengan seksama, seringkali menjadi sangat lucu, kadang tidak berarti, bahkan kadang sangat bertentangan. Sebuah akun di google+(plus) dengan nama Tata Bahasa Indonesia mengajak kita untuk jeli dan memperhatikan bagaimana menulis yang baik dan benar sesuai KBBI, dan kaidah penggunaan bahasa.

Berikut ini beberapa postingannya :

PADANAN KATA MEM-BULLY

Apa padanan kata kerja "bully" dalam bahasa Indonesia? Mengusik, merisak, menggentari, menggertak?

Dalam kamus bahasa Inggris, kata "bully" merupakan kata benda, kata sifat, dan sekaligus kata kerja. Dalam konteks status ini (lihat gambar), yang saya soalkan adalah "bully" sebagai kata kerja.

Arti kata kerja "bully" dalam kamus Inggris Merriam-Webster:
1. to frighten, hurt, or threaten (a smaller or weaker person)
2. to act like a bully toward (someone)
3. to cause (someone) to do something by making threats or insults or by using force

Sebagai padanan "mem-bully" berdasarkan ketiga makna bahasa Inggris itu dan juga berita Syahrini, kata-kata ini saya tawarkan, yang saya petik dari buku Tesaurus Bahasa Indonesia:
▣ menggerecoki
▣ menakut-nakuti
▣ memaksa
▣ mengancam
▣ menggoda
▣ mengusik
▣ mengagan
▣ merisak
▣ mengejek
▣ menggentari
▣ menggertak
▣ meneror
▣ memusingkan
▣ mencibir
▣ mengumpat
▣ mencemooh
▣ menghina
▣ mengolok-olok
▣ mengata-ngatai

Itu hanya sebagian. Masih banyak kata lain yang bermiripan makna/maksud dalam kosakata Indonesia.

Menurut hemat saya, karena bahasa Indonesia memunyai sangat banyak pilihan kata untuk "bully", sebaiknya media pers jangan lagi memakai "di-bully" dan "mem-bully".

Menurut anda, kata apakah yang paling pas sebagai padanan "Syahrini di-bully"? Apakah "Syahrini dicibir"?

____
Silakan bagikan!

STRUKTUR KALIMAT NEGATIF
"Pakailah struktur kalimat positif, dan hindarilah struktur negatif."
Itu benar. Namun, struktur negatif pun bisa lebih bagus.
Struktur negatif 1) lebih kuat:
1) Ahok TIDAK GENTAR menghadapi massa bayaran itu.
2) Ahok BERANI menghadapi massa bayaran itu.
Penulisan yang baku:
sukarela, bukan suka rela
sukarelawan, bukan relawan
dukacita, bukan duka cita


KALIMAT TANYA

Semua kalimat tanya berikut ini benar:
1. Apakah itu adikmu?
2. Adikmukah itu?
3. Itu adikmu, bukan?
4. Itu adikmu, kan?
5. Itu adikmu?

Bentuk yang baku adalah kalimat nomor 1. Namun, tidak berarti empat kalimat lainnya salah.

Bagikanlah, dan jangan takut untuk berbahasa tak baku.

untuk anda yang menginginkan, silahkan klik https://plus.google.com/u/0/+menuliskalimat/posts

Selasa, 06 Mei 2014

kreatifitas dalam keterbatasan

Seringkali kita dihadapkan pada situasi dimana harus survive dalam keterbatasan. Saat dicoba dengan keterbatasan tersebut, tinggal pilih, menyerah kalah (mati) atau melawan (hidup).
Keterbatasan, ada yang diciptakan orang lain untuk membatasi gerak kita, kreatifitas kita. Itu dilakukan agar secara perlahan-lahan, sadar atau tidak sadar kita mati dan menyerah.
Kawan, sudah bukan waktunya kita menyerah pada keadaan. Buktikan, dengan sumberdaya yang ada, dengan keterbatasan yang ada, kita tetap survive.

SEMANGAT!!!

Rabu, 23 April 2014

Aja ngewak ewakake (lagu dolanan)


Pernahkah anda mendengar suara gamelan?
Pernahkah anda melihat memegang gamelan?
Pernahkah anda memainkan gamelan?
Jika anda menjawab iya, minimal salah satu, SELAMAT, berarti kita "kenal" dengan alat musik ini.

Dulu, sewaktu masih di SD, ada pelajaran ekstra kurikuler karawitan. Pelajaran ini berlangsung tiap Sabtu. Saya tidak memainkan salah satu dari gamelan  tersebut, namun sekelompok teman dari sekelas, ditunjuk sebagai gerong. Gerong adalah penyanyi serupa paduan suara yang mengikuti gamelan. Salah satu gending yang kala itu kami mainkan judulnya adalah "AJA NGEWAK EWAKAKE"

Aja ngewak-ewakake
Petentang-petenteng, bijine diumukake
Bocah kok le ambeg-hm, sajak ngece-ece

Bocah kok le ambeg-hm, nggregetake
rumangsane bocah iku pinter dewe.
jangalah bertingkah yang menyebalkan, mentang-mentang nilainya bagus, lantas dipamerkan.

Lagu tadi menceritakan seorang anak yang sepanjang perjalanan pulang dari sekolah memamerkan nilai berhitungnya yang mendapatkan angka sepuluh, dengan cara menempelkan angka 10 di atas batu-tulisnya ke pipi kanan atau kiri sehingga membekas terbalik, tetapi masih sangat jelas bahwa itu adalah angka sepuluh! Gaya ini sangat umum dilakukan anak-anak ketika itu. Mengapa batu tulis?? Pada jaman itu, anak sekolah masih menggunakan batu-tulis (di Jawa disebut sebagai sabak). Alat tulis primitif ini berupa lempengan batu berwarna kehitaman setebal kurang lebih 5 mm, dengan ukuran panjang-lebar kira-kira 25x20cm. Tidak ada merek, tidak ada ukuran standar, apalagi SNI!! Alat untuk menulisinya juga berupa sebuah batang batu dengan diameter sekitar 4-5 mm dan panjang antara 10-15 cm. Anak batu-tulis ini (sering disebut grip) mudah sekali patah, jadi harus dijaga benar-benar jangan sampai terjatuh.


Moral cerita yang terkandung dalam lagu itu adalah agar anak-anak jangan menyombongkan diri ketika merasa berprestasi, karena kesombongan akan mendatangkan masalah. Boleh senang, boleh bangga, tetapi kesenangan atau kebanggaan itu tidak perlu dipamer-pamerkan, karena akan mendatangkan rasa tidak senang pada orang lain, yang jangan-jangan kemudian dapat mendatangkan masalah.