seputar ICT

Berbagai penerapan TIK di sekolah, bagi guru dan murid

curhat

Berbagai tulisan isi hati.

SOAL SD

Berisi soal-soal yang akan membantumu belajar.

Materi SD

Berisi materi pelajaran Sekolah Dasar.

IDE

Berbagai ide untuk menunjang gaya hidup kamu.

Tampilkan postingan dengan label radio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radio. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 November 2011

radio ganti nama (II)


streaming di www.jogjastreamers.com
Radio BIKIMA, begitulan namanya... mengudara dari kawasan Kalasan Sleman. Saya mendengarkan Radio ini sejak masuk ke jogja, tahun 1998. Radio ini begitu favorit, lantaran minim iklan. Satu telpon satu lagu. Ekslusifitas lagu ini ternyata menjadi daya tariknya.
Waktu pun berganti, cengkok bikima yang khas ini ternyata sudah dipunyai oleh Radio Sonora. Hingga akhirnya tanpa malu-malu mengubah namanya menjadi SONORA Yogyakarta, setelah pindah ke Jl. Wachid Hasyim 256-258 (Ndalem Tejokusuman) Yogyakarta.


Pada rilisnya. Radio Sonora 97,4 FM, mengklaim diri  telah mewarnai dunia radio news di Yogyakarta sejak beberapa tahun terakhir ini. Dengan mengambil segmen menengah ke atas dalam hal segalanya, baik usia, status sosial, dan pendidikan, Radio Sonora Yogyakarta mencoba mencari yang terbaru, yang pertama, dan yang belum pernah diambil oleh radio lain, yaitu dengan mengangkat suatu berita dengan sistem laporan langsung (live report) dari tempat kejadian.
Masyarakat Yogyakarta merespon sistem ini sebagai suatu hal yang baru karena menginformasikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat pada saat itu juga. Apa yang diberitakan Sonora sangat beragam, mulai dari Politik, Ekonomi, Seni Budaya, Olahraga, dan sebagainya.
Bahkan informasi lalu lintas Sonora telah menjadi Trademark tersendiri, yang tidak dimiliki oleh radio lain di Yogyakarta. Semua dikemas oleh Sonora Yogyakarta dengan sistem Live Report. Sistem yang sudah dibangun ini, secara langsung maupun tidak telah membawa perubahan tentang sistem pemberitaan dari media bernama "Radio" di Yogyakarta, sehingga tak heran bila Radio Sonora menjadi patokan bagi radio-radio lain.

Jumat, 11 November 2011

RADIO GANTI NAMA


Setelah meninggalkan kota yogyakarta sejak  tahun 2006 yang lalu, saya masih menyempatkan diri mendengarkan radio trijaya fm yogkakarta, 97.00 via internet. Beberapa waktu yang lalu muncul banner bahwa trijaya akan berganti menjadi sindo radio. akh.... kapilatalisme media. lagi lagi MNC group.
Tidak ada lagi terdengat jingle "...it's real good. It's sound great. It's Trijaya......"ataupun sapaan "....Profesional muda...", 
Seolah Sindo Radio ini adalah radio baru yang menempati frekuensi milik Trijaya FM. Yang lain lagi jingle "...it's real good. It's sound great. It's Trijaya......" berganti jadi "Saya dengar di Sindo Radio". Sapaan"..Profesional muda.." juga berubah jadi "...pendengar Sindo...". Iya, mulai Minggu 11 September 2011 Radio Trijaya ganti nama menjadi Sindo Radio.
Konon kata William Shakespeare "Apalah arti sebuah nama?". Meskipun begitu, dikalangan masyarakat kita masih ada praktek mengganti nama. Yang sederhana, seorang anak yang sering sakit-sakitan, namanya diganti karena nama yang lama dianggap "berat". Tampaknya pemilik Trijaya FM eh, Sindo Radio juga tidak sependapat dengan Shakespeare. Semula saya pikir pemilik Trijaya menganggap nama Trijaya tidak lagi membawa hoki. Atau apakah mereka menganggap bahwa para pendengarnya sudah beranjak tua dan tidak pantas lagi disapa "....Profesional muda..." ?. Atau, ada hubungannya dengan Peter Gontha, Bimantara, dan Bambang Triatmojo atau dengan Hary Tanoesoedibjo?
Tetapi menurut berita Okezone.com, perubahan ini adalah "....upaya membangun kerja sama antara media di bawah Grup MNC Media. Nantinya Sindo Radio akan bersinergi dengan Koran Seputar Indonesia, Sindo TV dan Sindonews.com. Tentu, sinergi ini diharapkan akan memperkokoh Sindo Radio sebagai sumber informasi terpercaya"kata Station Manager Sindo Radio, Eddy Koko. Jadi rupanya pemilik/manajemen MNC Group menganggap nama Trijaya kurang pas untuk bersinergi dengan anak-anak perusahaan Grup MNC lainnya.
Radio Trijaya FM sudah lama mengudara. Menurut wikipedia sejak tahun 1985, sedang menurut SWA sejak 1971. Waktu yang cukup lama untuk membuat nama Trijaya FM menjadi sangat akrab di benak para "Profesional muda" (kata yang selalu dipakai para penyiar Trijaya untuk menyapa pendengar). Mungkin saja ada banyak pendengar Trijaya alias para "Profesional muda" yang masih enggan menghapus nama Trijaya dari pikiran mereka. Saya sendiri lebih senang menyebut nama radio ini Trijaya FM dari pada Sindo.
Sepertinya pemilik Sindo menyadari perlunya upaya untuk memasyarakatkan nama baru dan menghapus nama lama. Penyiaran berulang kali ucapan selamat dari sejumlah politisi, pejabat hingga menteri itu adalah upaya mengibarkan nama Sindo Radio dan mengubur nama Trijaya FM. Jadi pada beberapa waktu yang akan datang, di Trijaya FM eh, Sindo Radio kita masih akan sering mendengar: "....Saya ...bla..bla. bla... Ketua/Kepala/Direktut/Menteri/...bla..bla. bla... mengucapkan selamat atas hadirnya Sindo Radio. Semoga Sindo ...bla..bla. bla....bla..bla. bla....bla..bla. bla..."
Apakah mereka akan berhasil? Kita lihat saja.

saya kehilangan yogyakarta first channell ala trijaya, trijaya round-up