Tampilkan postingan dengan label TIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIK. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Februari 2015
mencoba web WhatsApp
Cara penggunaannya sangat mudah.
Pertama, perbarui aplikasi WhatsApp Anda melalui Google Play Store, BlackBerry App World atau Windows Store.
Kedua, dengan menggunakan peramban (browser) Google Chrome, buka laman https://web.whatsapp.com
Ketiga, selanjutnya Anda akan diminta memindai QR Code di browser Chrome menggunakan aplikasi WhatsApp di ponsel Anda. Caranya dari aplikasi WA di ponsel, pilih menu WhatsApp Web, lalu pindai QR Code yang ada di layar PC, capture. Tunggunsampai sinkronisasi selesai.
Keempat, TARAAAAAAAAAAAAAAAA.....
Begini hasilnya,
Selamat mencoba.
#catatan : saya belum pernah mencoba ponsel dalam keadaan nonaktif. Aplikasi ini mengharuskan aplikasiyang ada di ponsel tetap hidup.
Selasa, 28 Januari 2014
google drive di smartphone
Bismillah...
Pada hari selasa (28/01/2014) ini, saya akan berbagi mengenai manfaat menggunakan google drive, dan mudahnya mengakses google drive.
Jika pada publikasi yang lalu, kita telah membahas google drive, atau tentang blog dimanapun, kali ini penulis mencoba memberikan hasil blogging dan browse google drive.
Salah atu keuntungan menggunakan google drive adalah kemudahan akses file (buka, simpan, sunting) dimanapun. Penulis nencoba membuka drive.google.com pada peramban chrome for android. Hasilnya, cepat menampilkan, dan masih bisa menayangkan. Handheld yang digunakan adalah lenovo a390.
berikut dokumen yang berhasil dibuka.
Kamis, 15 November 2012
Rabu, 10 Oktober 2012
belajar basis data
Tulisan kali ini mungkin tidak ada hubungannya dengan perkuliahan Sistem Informasi Manajemen. Namun, apa yang saya tuliskan berikut ini semoga bisa menjadikan kita utnuk lebih menghargai waktu dan kesempatan, hehehe... nggak nyambung kaleee.
Pada hari ini (Kamis 11 Oktober 2012), saya diberi amanah oleh sekolah untuk mendaftarkan anak didik mengikuti lomba di SMP Negeri 5 Sragen. Lomba yang dipertandingkan (eh istilahnya salah ga ya) ada empat, yaitu lomba MAPEL, Retelling Story, Komputer, dan mewarnai. Pendaftaran dilaksanakan di lobby depan SMP 5.
Pukul 10.00 saya datang dengan membawa daftar peserta dan surat pengantar dari sekolah. Kebetulan sekali, di hari penutupan tersebut pendaftar yang datang sangat banyak, sehingga tiga meja panitia pendaftaran penuh sesak dengan pendaftar. Ketika saya menyerahkan daftar peserta, panitia menyerahkan blanko kosong untuk saya isi, sayapun menuliskan sebanyak 40 peserta. Lumayan capek.
Setelah selesai, ternyata masih harus antre untuk mendapatkan nomor peserta, maklum, blanko yang saya isi sebelumnya belum mencantumkan nomor peserta. Setelah selesai, panitia masih menulisan kwitansi peserta. bayangkan jika menuliskan sebanyak 40 peserta. Akhirnya saya mengambil inisiatif untuk minta satu kwitansi saja secara kolektif, panitia pun mengiyakan. Saya mendapatkan kwitansi pada jam 12.15 WIB, artinya membutuhkan waktu 2 jam lebih untuk 40 anak, waktu yang sangat lama.
Beberapa catatan yang bisa saya usulkan, setidaknya jika nanti akan mengurusi pendaftaran lomba.
1. Buat Formulir pendaftaran yang simpel, bisa berupa 1 lembar blanko, yang memuat kartu peserta, kwitansi.
2. Formulir pendaftaran yang diisi oleh pendaftar memuat nomor pendaftaran.
3. Buat loket pendaftaran yang berbeda untuk cabang yang berbeda.
4. Gunakan komputer untuk memudahkan entri data, sehingga tidak berulang-ulang menulis nama di Formulir/Kwitansi/Rekap Peserta, kalo tidak salah ada istilah redundancy data. Kesalahan penulisan nama peserta bisa terjadi dari penulisan manual (walaupun bisa terjadi karena pengetikan).
Rabu, 04 Januari 2012
aplikasi chat menggunakan softros LAN messenger
Kemarin mas bayu memperkenalkan kepada saya sebuah aplikasi chatting via LAN. sebenarnya ada dua aplikasi yang diinstal, namun saya lebih tertarik pada aplikasi ini.
Software ini sangat bermanfaat bagi lingkungan office yang menggunakan LAN sebagai salah satu komunikasi data internal, keuntungan dari software ini kita bisa saling bekomunikasi dengan komputer rekan lain semisal yahoo messenger, namun software ini tidak memerlukan server sebagai penghubung komunikasi
Softros LAN Messenger merupakan program instant messaging tanpa server yang aman untuk saling bertukar pesan dan file dari user ke user atau user ke grup melalui jaringan perusahaan Anda baik itu jaringan LAN, WAN, ataupun VPN.
Softros LAN Messenger terbaru ini hadir baik sebagai sebuah aplikasi percakapan mirip ruang chat dengan pengguna banyak dan sebagai pertukaran pesan tunggal yang klasik dengan kemampuan pengiriman pesan secara offline.
Setiap pesan yang melewati jaringan Anda akan secara aman dikirimkan dengan algoritma enkripsi AES. Pesan yang disiarkan ke grup memperbolehkan Anda untuk memberitahu semua pengguna atau beberapa pengguna tertengu dari grup Anda mengenai sebuah even.
Softros LAN Messenger terbaru dapat melakukan log pesan Anda ke komputer lokal atau file log tersebut dapat disentralisasi alias dipusatkan di server sehingga Anda tidak akan kehilangan log-log pesan tersebut.
Softros LAN Messenger tidak membutuhkan koneksi internet. Softros LAN Messenger bekerja di dalam LAN atau WAN Anda sehingga mencegah karyawan Anda dari membuang-buang waktu karyawan Anda dengan chat dengan teman-teman internet mereka melalui IM berbasis internet, menghemat bandwidth internet Anda dan memperbolehkan Anda untuk meminimalisasikan penerobosan ke firewall Anda yang dapat menyebabkan serangan dari luar dan worm IM.
Dapatkan versi terbaru Softros LAN Messenger ini dengan mengunjungi situs publishernya di Softros Systems.
Kamis, 24 November 2011
EMIS
Beberapa hari yang lalu saya dipanggil kepala sekolah. Saya diberi surat tugas untuk mengikuti pelatihan EMIS dari UPTD Pendidikan. Saya bingung, kok cuma ada kata EMIS, tanpa penjelasan. Saya pun mencari tahu di awan.
berikut tentang EMIS.
EMIS merupakan kependekan dari Education Management Information System, merupakan suatu sistem manajemen pendukung yang berfungsi untuk menyediakan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, perencanaan dan penyusunan anggaran pendidikan. Tanpa dukungan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu, niscaya perencanaan pendidikan menjadi tidak efektif dan dapat mengakibatkan kesia-siaan dan pemborosan waktu, usaha dan sumber daya. http://www.pendis.kemenag.go.id/file/dokumen/PedMekanismePendataan.pdf
dari http://dbep.aurino.com
EMIS ditujukan untuk memperkuat kapasitas dalam manajemen, perencanaan, dan penyebarluasan informasi pada seluruh tingkatan sistem pendidikan untuk seluruh area yang terkait dan pengambilan keputusan
Untuk Mencapai tujuan tsb di atas maka:
berikut tentang EMIS.
EMIS merupakan kependekan dari Education Management Information System, merupakan suatu sistem manajemen pendukung yang berfungsi untuk menyediakan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, perencanaan dan penyusunan anggaran pendidikan. Tanpa dukungan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu, niscaya perencanaan pendidikan menjadi tidak efektif dan dapat mengakibatkan kesia-siaan dan pemborosan waktu, usaha dan sumber daya. http://www.pendis.kemenag.go.id/file/dokumen/PedMekanismePendataan.pdf
dari http://dbep.aurino.com
EMIS ditujukan untuk memperkuat kapasitas dalam manajemen, perencanaan, dan penyebarluasan informasi pada seluruh tingkatan sistem pendidikan untuk seluruh area yang terkait dan pengambilan keputusan
Untuk Mencapai tujuan tsb di atas maka:
- Tingkakan kapasitas dalam pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, analisa, dan penyebarluasan data sehingga pembuat keputusan, administrator, dan manager dapat mendasarkan penilaiannya pada data yang tepat waktu dan dapat diandalkan;
- Pusatkan dan koordinasikan usaha-usaha dalam mendapatkan, mengolah dan menganalis dan menyebarluaskan informasi manajemen pendidikan;
- Merasionalkan aliran informasi untuk pengambilan keputusan dengan mengurangi dan menghilangkan duplikasi, dan dengan melengkapi gap informasi
- Hubungkan dan susun sistem informasi yang ada;
- Integrasikan dan sintesakan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu sistem tunggal ; dan
- Perbaiki pengumpulan dan penggunaan data, dan penyebarluasan informasi untuk manajemen pendidikan, agar dapat tanggap thd kebutuhan informasi yang selalu tumbuh
- Sumber daya EMIS adalah
- Pengolahan (Method – Proses)
- Manusia (Man – Brainware)
- Material (Material – Hardware)
- Perangkat Lunak (Mesin to buy Software)
- Prosedur Pengumpulan Data
- Prosedur Pengolahan dan Analisis Data
- Prosedur Konstruksi Indikator dan Peralatan untuk membantuk pengambilan Keputusan
- Prosedur Penyebarluasan informasi yang dihasilkan oleh EMIS struktur-struktur tertentu dan ke publik. Cara Menyebarluaskan terdiri dari beberapa cara: cetakan, secara elektronik (melalui internet, CD-Rom, document on-line dsb.)
- Ketersediaan tenaga kerja (faktor manusia) dan sumber daya, dalam jumlah dan kualitas yang cukup, merupakan faktor penting agar EMIS dapat berfungsi. Komponen ini harus menjadi prioritas dalam EMIS
- Sebagai alat bantu untuk mengolah data dan informasi menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan
- Melakukan tugas-tugas repetitif (pengulangan)
- Menyimpan, memproses, analisis data dan informasi
- Kurang Totalnya Dukungan Manajemen Puncak/Pengambil Kebijakan
- Kurangnya sikap/kesadaran akan pentingnya data dan informasi
- Pendanaan yang tidak berkelanjutan
- Lemahnya Kualitas dan Kuantitas Tenaga Kerja dalam bidang TI
- Tidak ditaatinya prosedur dan atau tidak ada prosedur baku
- Komitmen Top Manajemen/Pembuat Kebijakan
- Bakukan Struktur Organisasi dan Prosedur termasuk Pendanaannya
- Tingkatkan Kesadaran (awareness) akan pentingnya data dan informasi
- Pelatihan Tenaga Kerja bidang Informasi termasuk dalam teknologi informasi
- Libatkan user dalam pendefinisian EMIS
- Review Sistem Yang Ada di setiap level Administrasi
- Interview User akan Kebutuhan data dan informasi (School Committee, District Office, Central Office)
- Disain DBMS dan software applikasinya
- Distribusikan DBMS ke user
- Pelatihan dan bantu user untuk membangun dan memfungsikan EMIS shg menjadi EMIS berkelanjutan
- Pengumpulan data, pengolahan, analisis, penyebarluasan.
- Evaluasi dan monitor EMIS untuk pengembangan lebih lanjut.
- Komitmen Manajemen Puncak – Pengambil Keputusan/Kebijakan
- Pendanaan Yang Berkelanjutan
- Tenaga Kerja dalam Jumlah dan Kualitas yang cukup
- Pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyebarluasan data yang berkelanjutan
- Perangkat Keras dan Lunak yang Memadai dan Upgradable (berkelanjutan)
Selasa, 04 Oktober 2011
membuat counter pengunjung
tahukah anda, berapa banyak pengunjung yang membaca blog anda???
Alat untuk mengetahui berapa banyak pengunjung blog kita yaitu dengan memasang Hit Counter, sudah berapa banyak orang yang telah mengunjungi blog kita. Sehinnga kita dapat mengetahui keberhasilan kita dalam Ngeblog.
Adalah amazingcounters.com situs penyedia hit counter gratisan yang sederhana. Pada versi yang saya coba, dia hanya menampilkan jumlah pengunjung. Dibandingkan dengan www.histats.com yang bisa menampilkan user aktif, jumlah pengunjung per hari.
Untuk membuatnya cukup mudah,
1. Masuk pada setting, add gadget, pilih html/javascript
Selamat mencoba!!!
Alat untuk mengetahui berapa banyak pengunjung blog kita yaitu dengan memasang Hit Counter, sudah berapa banyak orang yang telah mengunjungi blog kita. Sehinnga kita dapat mengetahui keberhasilan kita dalam Ngeblog.
Adalah amazingcounters.com situs penyedia hit counter gratisan yang sederhana. Pada versi yang saya coba, dia hanya menampilkan jumlah pengunjung. Dibandingkan dengan www.histats.com yang bisa menampilkan user aktif, jumlah pengunjung per hari.
Untuk membuatnya cukup mudah,
1. Masuk pada setting, add gadget, pilih html/javascript
2. buka http://www.amazingcounter.com . Setelah Anda mendaftar di situs tersebut, Anda akan diberikan kode untuk di-copy ke bagian konten pada jendela konfigurasi HTML/Javascript. masuk pada gadget yang anda buat tadi, lalu paste script yang telah anda dapatkan. Untuk tutorial amazingcounter.com, tidak saya tulis.
3. Klik save, lalu akan muncul jendela seperti berikut ini :
4. Lihatlah...
Minggu, 25 September 2011
Jangan ‘Duakan’ Anak Anda dengan Ponsel Kesayangan
[renungan] untuk waktu dan kesempatan yang tak terganti dan tak bisa terulang kembali....
Tidak bisa lepas dengan yang namanya BBM-an, SMS-an atau hal-hal yang berhubungan dengan teknologi seringkali dialami oleh siapa saja, termasuk orang tua. Tidak jarang saat berbicara dengan anak, para orang tua melakukannya sembari tangannya sibuk di atas keypad ponsel. Apalagi dengan kemunculan situs jejaring yang membuat candu yakni Twitter dan Facebook, semua orang seakan-akan tersihir untuk selalu update dengan apa yang terjadi di dunia maya.
Mengecek timeline Twitter saat ngobrol dengan buah hati atau mengomentari postingan teman di Facebook ketika menyiapkan makan malam adalah hal yang tidak bisa dibiarkan berulang-ulang terjadi.
Apalagi dengan penelitian yang dilakukan oleh Stanford University, para orang tua yang memiliki kebiasaan di atas harus mempertimbangkannya lagi. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang berkutat dengan berbagai sumber yang disediakan oleh piranti-piranti elektrobik berkecenderungan untuk tidak fokus atau mengingat sesuatu sebaik orang yang melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu.
Meletakkan atau mematikan sementara berbagai piranti elektronik saat anak Anda membutuhkan Anda juga penting bagi anak-anak terutama untuk perkembangan emosi dan kemampuan sosialnya. Jika anak sering menyaksikan Anda mengutak atik ponsel saat sedang bersamanya maka bisa jadi ia mengira sebuah ponsel lebih penting dibanding mereka. Bagi para orang tua yang merasa kecanduan dengan pirantinya, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan dan lihat hasilnya nanti.
1. Waktu bertatap muka
Selalu sediakan waktu untuk berbicara secara tatap muka dengan anak-anak. Jangan lakukan hal lain saat Anda berbicara dengan mereka dan paksa mereka untuk menatap Anda ketika kalian berbincang. Jika Anda dan anak-anak mengerti bahwa tatap muka itu hal yang penting, maka mereka akan fokus alih-alih memberikan perhatian ke sekelilingnya.
Selalu sediakan waktu untuk berbicara secara tatap muka dengan anak-anak. Jangan lakukan hal lain saat Anda berbicara dengan mereka dan paksa mereka untuk menatap Anda ketika kalian berbincang. Jika Anda dan anak-anak mengerti bahwa tatap muka itu hal yang penting, maka mereka akan fokus alih-alih memberikan perhatian ke sekelilingnya.
2. Matikan media elektronik
Matikan televisi, telepon, komputer, game dan piranti elektronik lainnya yang berkemungkinan bisa menggangggu waktu bicara dengan buah hati. Pertimbangkan bahwa piranti-piranti elektronik tersebut bisa berisiko pada kesehatan sosial dan emosional anak.
Matikan televisi, telepon, komputer, game dan piranti elektronik lainnya yang berkemungkinan bisa menggangggu waktu bicara dengan buah hati. Pertimbangkan bahwa piranti-piranti elektronik tersebut bisa berisiko pada kesehatan sosial dan emosional anak.
3. Seimbangkan penggunaan media yang ada
Tidak apa-apa jika anak-anak berinteraksi dengan teman-teman mereka secara online bila mereka memang memiliki waktu untuk memakai teknologi tatap muka seperti video call atau skype.
Tidak apa-apa jika anak-anak berinteraksi dengan teman-teman mereka secara online bila mereka memang memiliki waktu untuk memakai teknologi tatap muka seperti video call atau skype.
4. Luangkan waktu untuk makan malam bersama keluarga
Usahakan Anda memiliki waktu untuk dinner bersama keluarga. Nah saat dinner, pastikan semua teknologi tidak ada di atas meja. Akan menjadi hal yang percuma jika Anda makan namun sambil SMS-an. Ajarkan pula hal ini pada anak-anak bahwa untuk ‘terhubung’, mereka harus ‘berhubungan’.
Usahakan Anda memiliki waktu untuk dinner bersama keluarga. Nah saat dinner, pastikan semua teknologi tidak ada di atas meja. Akan menjadi hal yang percuma jika Anda makan namun sambil SMS-an. Ajarkan pula hal ini pada anak-anak bahwa untuk ‘terhubung’, mereka harus ‘berhubungan’.
Sumber: CNN
Selasa, 08 Februari 2011
belajar teliti, patuhi aturan
menulis, atau lebih tepatnya mengetik, merupakan hal yang biasa untuk saat ini.
apa yang akan anda lakukan ketika mendapat tugas berikut :
Buatlah ketikan berikut ini dengan ketentuan :
Kertas LEGAL
Margin / batas pengetikan ATAS : 4 cm, BAWAH : 3 cm, Kiri : 4 cm, kanan : 3 cm
UKURAN HURUF :
Judul ARIAL BLACK ukuran 18
Paragraf Arial Narrow ukuran 12
Disimpan dalam: 3A LATIHAN NAMA
.........
mungkin ada dari sebagian anda menyalahkan instruksi tersebut, atau mengatakan perintah kurang tegas, atau hal yang lain.
mungkin juga anda langsung bisa menangkap maksud perintah tersebut, dengan beberapa pemakluman.
Kali ini saya hanya sedikit berbagi, betapa perintah tersebut ternyata multitafsir, atau lebih tepatnya diabaikan oleh anak-anak.
kesalahan yang ternyata masih dijumpai di kelas ini adalah penggunaan font dan font size yang kurang sesuai. HAl ini terjadi karena anak telah merasa disibukkan dengan perintah penggunaan PAGE SETUP yang kurang standar, tidak biasa. Selama ini anak telah dibiasakan dengan perintah "MARGIN LEFT, RIGHT, TOP, BOTTOM", sehingga ketika mendengar kata kanan-kiri-atas-bawah, mereka harus berpikir untuk menerjemahkannya, tengok kanan kiri. Ini menjadi tontonan yang menegangkan, saudara-saudara.
Hal menarik yang sengaja diberlakukan adalah penggunaan font dan font size. Selama ini, anak-anak diberi kebebasan untuk membuat tulisan dengan font dan size yang beraneka ragam. nhah, pada saat aturan ini diberlakukan, banyak anak-anak "kreatif" merasa terbelenggu keinginannya. Bukan bermaksud untuk membelenggu kebebasan, sekedar membuat anak untuk taat pada aturan.
Penilaian yang dilakukan, bukan pada hasilnya, namun lebih pada prosesnya. Lihat saja si FF (no 17) yang terengah-engah mengejar ketertinggalannya, hanya karena tidak bisa mengganti arial black menjadi arial narrow, hingga harus dibantu MSM (no 24).
Anak yang acuh-bebek pun nampak di sini, duduk di sudut dengan wajah inocent, KhN (no 23) dengan cepatnya mengetik, walau ternyata font nya tidak sesuai. Hal yang sama juga dilakukan Ctr. Sementara itu, Sk, Abd, Cln, dengan ogah-ogahan mengetuk tuts.
Entah apa yang terjadi dengan jagoan yang satu ini,Ak, nampak pula malas, tak bisa mengetuk tuts dengan cepat. Setiap dua tiga kata, menoleh ke belakang, melihat teman yang lain.
dari proses ini, justru terlihat usaha mereka. Ada yang membetulkan kerjaan teman, mengingatkan, mengejar ketertinggalan. Benar-benar bermakna perjalanan cerita yang mereka tulis.
taat aturan itu perlu dibiasakan
aturan itu perlu ditegakkan
aturan itu dibuat untuk memudahkan, simplify (?)














