Jumat sore yang gerimis, paling enak makan yang panas.
Dipilihlah capcay rebus. Belinya pakai rantang sendiri. Hemat 2 plastik. Tak perlu nyampah.
manusia mati meninggalkan nama. nama tercipta karena karya
Berbagai penerapan TIK di sekolah, bagi guru dan murid
Berbagai tulisan isi hati.
Berisi soal-soal yang akan membantumu belajar.
Berisi materi pelajaran Sekolah Dasar.
Berbagai ide untuk menunjang gaya hidup kamu.
Jumat sore yang gerimis, paling enak makan yang panas.
Dipilihlah capcay rebus. Belinya pakai rantang sendiri. Hemat 2 plastik. Tak perlu nyampah.
Sebagian orang membuat rencana baru di akhir tahun. Itulah ritual akhir tahun para "manusia modern", minimal punya rencana.
Rencana saya di tahun 2019 adalah, rajin menulis di blog.
Rencana ini juga saya tulis di akhir 2017 silam, hehehe.. Walaupun tak jua menetas menjadi tulisan bermanfaat.
Hari ini, Selasa 6 Juni 2017, bertempat di SD Birrul Walidain Muh Sragen, telah diselenggarakan buka puasa bersama kelas 6.
Momen ini terbilang sebagai momen kebersamaan terakhir di tahun 2016/2017. Dibilang momen terakhir, karena memang beberapa saat lagi, diumumkan kelulusan USBN dan yang pasti mereka para siswa akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Ibarat metamorfosis kupu-kupu, momen inilah saatnya mereka keluar dari belenggu kepompong untuk kemudian mewarnai dunia dengan berbagai keindahan warna sayapnya.
Selama ini, mereka telah digembleng dan dididik, digulawentah, agar menjadi manusia yang bertaqwa, tumbuh menjadi insan cerdas, dan belajar menjadi pribadi mandiri.
Semoga buka bersama ini mampu mengantarkan mereka terbang ...
Bak mendapat durian runtuh.
Begitulah kira-kira rasanya. Pada tanggal 25 Agustus 2015, dilaksanakan hibah buku untuk menyambut hari baca internasional. Setiap siswa wajib membawa minimal satu buku untuk membuat pojok baca di kelas. Terhitung hampir 40 buku terkumpul dari kelas 3D.
Terdapat banyak ragam buku yang dikumpulkan. Mulai dari kisah nabi, cerita,dongeng, hingga pengetahuan populer. Betapa riangnya mereka bisa berbagi baca buku.
Ada satu buku yang selama ini saya cari, buku nya Prof. Umar Kayam. Sugih tanpa banda. Buku tersebut terasa ringan tapi dalam makna.
Membaca buku tersebut, seakan berdiri di depan perpustakaan sambil membaca Kedaulatan Rakyat.
STRUKTUR KALIMAT NEGATIFPenulisan yang baku:
"Pakailah struktur kalimat positif, dan hindarilah struktur negatif."
Itu benar. Namun, struktur negatif pun bisa lebih bagus.
Struktur negatif 1) lebih kuat:
1) Ahok TIDAK GENTAR menghadapi massa bayaran itu.
2) Ahok BERANI menghadapi massa bayaran itu.
Seringkali kita dihadapkan pada situasi dimana harus survive dalam keterbatasan. Saat dicoba dengan keterbatasan tersebut, tinggal pilih, menyerah kalah (mati) atau melawan (hidup).
Keterbatasan, ada yang diciptakan orang lain untuk membatasi gerak kita, kreatifitas kita. Itu dilakukan agar secara perlahan-lahan, sadar atau tidak sadar kita mati dan menyerah.
Kawan, sudah bukan waktunya kita menyerah pada keadaan. Buktikan, dengan sumberdaya yang ada, dengan keterbatasan yang ada, kita tetap survive.
SEMANGAT!!!

Hari ini saya mendapatkan tugas untuk menyampaikan pesan pendek, menginformasikan tentang sebuah acara. Ya, cuma sms saja. Mungkin dirasa wajar, mengingat hp jadulpun bisa mengirim sms, bahkan bisa "send to group". Sepintas tidak ada masalah dari pengiriman sms tersebut.
Sms ke 42 nomor sudah saya kirimkan. Kejutan yang saya duga, benar adanya. Si penerima pun meresponnya. Jika hanya membalas "trima kasih, infonya" itu tidak masalah. Coba, 10 orang membalas dengan berbagai pertanyaan, yang ujung-ujungnya terjadi interaksi, chatting over sms. Betapa repotnya.
Disinilah salah satu kelemahan broadcast via sms. Bukankah kita terbiasa dengan socmed via FB, twitter? Knapa tidak digunakan. Mungkin akan dijawab, repot buka fb twittter. Saya kejar dengan tanya, bukankah ada whatsapp, telegram hingga bbm?
Okelah, silahkan berdalih dengan gadget seadanya, namun yang jelas, terdapat platform broadcast messenger yang bisa digunakan pada gadget sederhana sekalipun.
Saya saat ini berinteraksi dengan teman-teman SD hingga kuliah dg WA dan telegram, dan itu lebih praktis.
![]() |
Belajar memahami geosfera bisa dilakukan sejak dini. Belajar bisa dilakukan melalui pengamatan hingga perabaan, eh. Sejak sore kemarin, Fathan saya ajak ke tempat mbah buyut di lereng lawu.
Bagi anda yang merasa tersesat, bingung arah, ada baiknya bertanya pada peta (kata si dora). Hari ini (saya tulis di hari miggu, 2 maret 2014) saya mencoba melihat lokasi saya berada dengan bantuan google earth dan google map. Sebuah aplikasi yang ada pada android. Sepintas saya tidak menemukan perbedaan dari kedua aplikasi ini.
Ketika saya masuk aplikasi ini, aplikasi langsung menemukan posisi saya berada (tentu saja versi software). Pada gambar terindikasi dengan tanda bullet warna biru. Padahal sebenarnya saya berada di tanda kuning (telah saya edit). Terdapat penyimpangan jarak kurang lebih 400 meter. Oh, ya. Saya lupa mengaktifkan fitur A-GPS. Belum tahu, apakah itu terkait dengan akurasi penentuan lokasi. Selengkapnya mengenai akurasi peta bisa baca di http://senimanpeta.com/2013/03/akurasi-dan-presisi/ .
Terkait dengan ketelitian google maps, saudara danang pada blognya mengatakan bahwa keteitian google maps sudah baik. http://danangsusetyo.blogspot.com/2012/10/gps-pada-android-akuratkah.html?m=1
![]() |
| Belajar memasang kancing baju |
![]() |
| Merangkai bunga dari kertas |
![]() |
| Melipat baju dan membungkus pada koran / kertas kado |
![]() |
| Belajar membersihkan lantai |
![]() |
| Menyeterika baju sendiri?? Aku bisa |
![]() |
| connector pen |